Masih tentang Si Hijau..., sandal jepitku. Dia hilang 29 Maret 2010 lalu. Saat kuturun dari musholla dinkes, tak lagi kutemukan Si Hijau ditempatnya. Hingga beberapa menit kutunggu, Si Hijau tak jua muncul. Dan akhirnya aku kembali ke ruang kerjaku dengan meminjam sandal teman.
Selang beberapa hari kemudian, salah seorang petugas jaga malam tampak memakai Si Hijau. Aku hanya diam. Esoknya penjaga malam itu menghampiriku dan menjelaskan semua yang telah terjadi dengan Si Hijau.Ternyata ada yang memakai dan meninggalkannya di halaman belakang dinkes. Karena penjaga malam itu tak tahu empu Si Hijau, dipakainya saja Si Hijau. Hari itu dia baru tahu dari teman seruanganku bahwa aku-lah empu Si Hijau. Dan akhirnya kuhadiahkan Si Hijau untuknya, kubilang: "Anggap saja sebagai kenang-kenangan!"
Kini aku benar-benar melepaskannya. Aku jadi tertampar dan merasa diingatkan kembali bahwa tak seharusnya aku terlampaui mencintai barang-barangku, karena barang-barang itu tidaklah kekal. Kini aku punya sahabat baru, Si Kuning namanya, sandal dengan merek dan model yang sama dengan Si Hijau. Bedanya hanya pada rasa kepemilikanku. Tak sekuat pada Si Hijau dulu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar