Berawal dari sebuah keterkejutan besar yang tlah mampu membuat diri runtuh tak bertepi. Ya, sebuah keterkejutan ketika lamaran untuk menempati posisi Ketua PSDM ini dilontarkan oleh Sang Ketua BEM. Tanpa mampu tertahan, menetes satu-satu bulir air mata di pipi. Ya Allah, benarkah aku harus kembali berjibaku dengan BEM yang sudah 2 tahun turut membesarkanku? Bergelut dengan seabreg lika-liku tajam yang sungguh menguras energi dan waktuku? Dan haruskah peta hidupku berubah total dengan datangnya amanah baru ini? Ya Rabb, tiadakah pilihan lain yang mampu kuambil untuk keberlanjutan hidupku?
Malam-malamku tak lagi kering dengan air mata. Sungguh, sama sekali tak ada rencana untuk kembali bergabung di BEM tahun ini, apalagi untuk posisi ini. Beberapa kata penolakan pun tak mampu melunakkan hati Sang Ketua untuk mencabut lamarannya. Padahal jika Anda tahu, tak layak bagiku untuk amanah ini . Akhirnya, dengan berat hati, aku pun mulai menapakinya, tertatih, terseok, dan terkadang masih timbul keraguan besar dalam diri. Akankah aku mampu membawa semua pengurus BEM merengkuh tujuannya lewat amanah ini? Akankah aku mampu mengoptimalkan diri ini sampai akhir kepengurusan nanti? Satu kekuatan yang mampu membuatku tegar, masih ada Kau yang selalu mengiringi setiap langkahku dan memberikan kekuatan dalam setiap kelemahanku.
Kini, hari ini, 7 April 2007, 8 tahun sudah usia BEM FKM. Entah mengapa, keraguan itu tak ada lagi. Aku merasa telah menemukan duniaku yang sebenarnya. Ya, dunia organisasi, dunia PSDM yang banyak berjibaku dengan ’behavioral’. Jika kau tanya mengapa? Tentu masih karena-Nya. Tapi satu hal lagi yang mendorong perubahan ini. Dengan bangga kan kujawab: karena kehadiran kalian, pengurus BEM FKM 2007-2008. Selalu ada senyum saat melihat kemanjaan kalian. Selalu ada energi yang mengalir ketika merasakan semangat kalian. Selalu ada cinta ketika menyadari kerja keras kalian. Dan selalu ada kerinduan ketika teringat saat-saat kalian berebut makanan yang aku buatkan untuk kalian . Oh iya, ada lagi yang membuatku bertahan di sini, dukungan semua mahasiswa FKM di luar pengurus terhadap BEM. Makasih ya.... tanpa kepedulian dan partisipasi kalian dalam setiap kegiatan, BEM tak akan ada artinya.
Ternyata sebuah keterkejutan mampu membawaku menuju keteguhan. Sebuah keteguhan hati untuk mamantapkan pilihan bahwa BEM tahun ini bukan tempat yang salah bagiku, tapi sebaliknya, BEM adalah salah satu wadah untuk lebih mendewasakanku. Aku dapatkan banyak hal di sini. Pengalaman, motivasi belajar, teman, kegembiraan, kasih sayang, ketulusan dan masih banyak lagi. Dan kembali akan selalu kukatakan: ”Aku bangga menjadi bagian dari BEM.”
Harapanku untuk BEM, tetaplah tegar dalam kegalauan, tetaplah berkarya dalam kepenatan, tetaplah tersenyum dalam kepedihan, tetaplah kuat dalam keletihan dan berusahalah bangkit dalam keterpurukan. Kau ada karena kami ada dan kami seperti ini karena kau juga ada. Semoga dini usiamu tak pernah menyurutkan langkahmu menuju perjalanan panjang menuju BEM yang benar-benar maju.
Teruntuk pengurus BEM Tersayang, ’Ummi’ tahu perjalanan ini tidak mudah. Tapi bukankah kita sudah sepakat untuk mengawali dan mengakhiri kepengurusan BEM tahun ini dengan sesuatu yang indah? Tentu hal ini akan tercapai jika prosesnya pun juga berjalan indah. Jangan pernah pikirkan ’Apa yang bisa kita dapatkan di BEM?’ Tapi pikirkanlah ’Apa yang bisa kita berikan untuk BEM?’ Dengan begitu, kita kan mampu berusaha mengoptimalkan potensi untuk mengabdi dengan sepenuh hati. Ketika kau mulai lelah, ingatlah bahwa kau memang hanya manusia biasa. Tapi juga ingatlah bahwa kalian adalah orang-orang yang terpilih. Tetap semangat, hapus semua keraguan, ada Allah di sana yang kan selalu memudahkan setiap urusan kita. Senyum dan sayang untuk kalian.
Terakhir, Met Ultah ya.... BEM. Jangan lupa traktirannya! Kadonya nyusul.... Hehe...:-D
Ka PSDM BEM FKM Unair ’07-’08
Dipublikasikan kembali untuk sekedar berbagi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar